Radio Tape Tergusur Zaman

Sejak tahun 1999-2003 gw tinggal di Bukittinggi, Sumatra Barat untuk menamatkan SLTP & SMU. Waktu itu stasiun TV yg bisa ditangkap oleh Antena UHF hanya RCTI dan TVRI Padang, Sedangkan di Rumah Nenek hanya mempunyai Perangkat Decoder Analog. Karna perkembangan Teknologi banyak stasiun TV yg hanya bisa ditangkap dg Decoder Digital. Paling yg masih bisa ditangkap dg Decoder Analog ini Nggak banyak, malahan TV Nasional nggak ada yg bisa.Yg paling gw inget masih bisa ditangkep yaitu TV Brunei. Karna Tante gw waktu itu kalo lg Nasehatin anak2nya selalu Nyontohin Orang Brunei yg Rajin2, Jam 5 Subuh udah siaran TV aja. Pdhal kan dr segi letak Geografis Brunei kan emang jauh lebih ke Timur dr Bukittinggi, jd Emang waktu Brunei 1 Jam lebih awal.

Jadi selama gw di Bukittinggi ada sebuah “Gadget” yg selalu menemani aku dikala Bosan melanda. Radio Tape, benda ini, Mungkin setingkat Handphone sekarang, Walaupun Nggak bisa Mobile seperti Handphone tapi kalo lg BT sangat membantu sekali menemani dikala sepi. Radio pertama yang aku beli yaitu Polytron (Nggak apa2 kan nyebut Merek ya). Zaman dulu Kalo suka sama satu lagu Harus beli 1 Album Kaset seharga sekitar Rp 25.000, Nggak kayak sekarang tinggal Download (haha). Yg Paling Lengkap adalah Album dr Band The Corrs, gw Punya 7 Album Kaset The Corrs. Sampai sekarang Kaset itu Masih tersimpan, Walaupun kasetnya tak pernah diputar lg, hanya sekedar Koleksi, Karna kalau sekarang kalau mau denger Lagu tinggal nyalain Laptop.

IMG_20150212_154338

Zaman SMU tiap subuh paling seneng denger ceramah AA Gym. Kalo Nggak salah itu di Relay dr Radio 68 H Jakarta. Banyak Quote dr AA Gym yg Mengena di Hati. Yg salah satunya yaitu “Punya Sepatu Bagus di Pakenya di Kaki, Jangan di Hati. Kalo sepatu Bagus di Pake di Hati. Sepatu bagus jadi TINGGI HATI, Liat sepatu org lebih bagus jadi IRI HATI, sepatu hilang jadi SAKIT HATI”. Dulu temen yang paling Baik dan paling Kaya, Alfinur Amran sering ngebagiin kertas Request ke Radio RRI Programa 2, yg selembarnya 300. Jadi tiap malam selalu dengerin RRI Pro 2, Walaupun salam2nya dari temen2 segenk sendiri juga.

Sekarang Radio itu sudah tidak ada, Berganti dg Benda Kecil bernama Handphone. Bahkan sekarang hampir tidak pernah lagi denger Musik or Radio, pdhal di perangkat kecil itu Aplikasi Radio & Musik tersedia. Paling sekarang hanya “Browsing” baca2 article dr Hp. Nothing Lasts Forever. Semua ada masanya, Radio, Tape, Kaset sudah bisa dibilang Punah. Semuanya Berubah, hanya satu yg abadi, yaitu Perubahan itu sendiri.

Hanya yg Berinovasi yg bisa bertahan melawan sesuatu yg bernama Teknologi (Hendra Dermawan Platinum Ways)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: